Jatuh-Bangun Sepak Bola Bali, Prestasi Bali United, dan Balada "Klub Siluman"
Berbeda dengan provinsi tetangganya yang merajai sepak bola Indonesia, Jawa Timur, Provinsi Bali tidak memiliki torehan sejarah yang mencolok dalam sepak bola. Selain memang luasnya yang kecil (hanya 8 kabupaten dan 1 kota), tim sepak bola Bali seringkali kesusahan menghadapi tim-tim lain yang lebih matang (belum termasuk faktor non-teknis), belum lagi manajemen yang kurang menjamin kesejahteraan tim. Di era Galatama, ada Caprina Bali FC yang hanya bertahan 2 musim (1983-1985) dan mengundurkan diri karena kasus suap yang memang marak di Galatama kala itu. Setelah itu, ada juga Bali Yudha FC yang hanya semusim bermain di tahun 1984 dan mundur setelah finish sebagai juru kunci. Barulah pada tahun 1989, muncul PS Gelora Dewata milik (Alm.) H.M. Mislan yang kemudian meroket melebihi dua pendahulunya. Sayangnya, pada babak final 1993-1994, Gede harus puas "hanya" menjadi runner-up musim Galatama terakhir tersebut. Prestasi lainnya adalah menjuarai Piala Liga (Galatama) tahun 19...